Siagian Priska 11/05/2010 22:44 | Hubungan Asmara
Liputan6.com, California: Setiap pasangan harus selalu menjaga cinta lebih lama demi kualitas hidup yang lebih baik. Namun, dewasa ini, perceraian semakin sering terjadi. Apakah ini menandakan bahwa kehangatan cinta dalam satu hubungan sangat sulit dipertahankan?
Padahal, menurut Bianca P. Acevedo, peneliti dari Universitas California, Amerika Serikat, bila Anda tetap memiliki romantisme dalam percintaan maka hidup akan lebih bahagia dan sehat. "Sebab hubungan yang romantis akan membuat kita semakin optimistis dalam berbagi hidup dengan pasangan," ucap Acevedo.
Namun, Acevedo mengingatkan, hubungan romantis bukan berarti "mengurung" pasangan sehingga tidak bebas menjadi dirinya sendiri. Jenis hubungan seperti ini justru tidak sehat. Pasalnya, menurut Acevedo, hubungan posesif justru akan mengantarkan manusia pada kejenuhan dan perselingkuhan. "Inilah yang membuat umur dari hubungan kita semakin pendek, karena pasangan tidak menemukan kenyamanan menjalani hidup bersama."
Penyataan Acevedo bukan didasarkan pada pengalaman pribadi, melainkan hasil pengamatan dari 25 penelitian yang melibatkan 6.070 responden. Penelitian-penelitian yang dipilih Acevedo adalah yang fokus pada rahasia sukses hubungan suami-istri yang tidak pernah bercerai alias langgeng.
Hasil pengamatannya menunjukkan, hubungan langgeng dipenuhi dengan kualitas berbagi cinta yang romantis. Kebebasan untuk mengekspresikan rasa cinta yang dimiliki, ternyata mampu memberikan kualitas kenyamanan pada pasangan. Ini kemudian merujuk pada kualitas hidup yang lebih baik. "Sebab mereka merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup pasangan tersebut. Jadi, seberapa besar kadar romantisme Anda dan pasangan?(ANS/preventionindonesia.com)
Padahal, menurut Bianca P. Acevedo, peneliti dari Universitas California, Amerika Serikat, bila Anda tetap memiliki romantisme dalam percintaan maka hidup akan lebih bahagia dan sehat. "Sebab hubungan yang romantis akan membuat kita semakin optimistis dalam berbagi hidup dengan pasangan," ucap Acevedo.
Namun, Acevedo mengingatkan, hubungan romantis bukan berarti "mengurung" pasangan sehingga tidak bebas menjadi dirinya sendiri. Jenis hubungan seperti ini justru tidak sehat. Pasalnya, menurut Acevedo, hubungan posesif justru akan mengantarkan manusia pada kejenuhan dan perselingkuhan. "Inilah yang membuat umur dari hubungan kita semakin pendek, karena pasangan tidak menemukan kenyamanan menjalani hidup bersama."
Penyataan Acevedo bukan didasarkan pada pengalaman pribadi, melainkan hasil pengamatan dari 25 penelitian yang melibatkan 6.070 responden. Penelitian-penelitian yang dipilih Acevedo adalah yang fokus pada rahasia sukses hubungan suami-istri yang tidak pernah bercerai alias langgeng.
Hasil pengamatannya menunjukkan, hubungan langgeng dipenuhi dengan kualitas berbagi cinta yang romantis. Kebebasan untuk mengekspresikan rasa cinta yang dimiliki, ternyata mampu memberikan kualitas kenyamanan pada pasangan. Ini kemudian merujuk pada kualitas hidup yang lebih baik. "Sebab mereka merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup pasangan tersebut. Jadi, seberapa besar kadar romantisme Anda dan pasangan?(ANS/preventionindonesia.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar